Interpretasi Bencana oleh Ken Hewitt (II)
INTERPRETASI BENCANA DARI PERSPEKTIF EKOLOGI MANUSIA (II)
(Interpretation of Calamities from the Viewpoints of Human Ecology)
Ken Hewitt, 1983
Ide tentang bencana di era teknokrat (The Idea of calamity in the technocrate age)
- Hewit menganggap bahwa meskipun bencana sudah menjadi bagian dari hidup umat manusia, tetapi pemikiran ke arah situ masih baru. Sehingga perlu untuk sejenak melepaskan diri dari konsep yang lama yang terpisah-pisah, untuk menemukan pendekatan yang baru. Komunitas ilmiah harus mulai secara konsisten bergerak di bidang ini dan secara serius berpikir logis, daripada menjadikan masalah ini hanya sebagi mode.(Note ida: Hanya sekedar euforia karena semua orang tiba-tiba bicara bencana). Peneliti harus mencari data-data empiris sebanyak mungkin, selengkap mungkin untuk kemudian dipadukan dengan konsep-konsep yang umum.
- Hewit juga merasa ada kecenderungan bahwa data-data yang dihasilkan oleh penelitian-penelitian di bidang bencana masih diambil berdasarkan kerangka kebutuhan agar bisa pas dengan konsep yang sudah ada. Ini menghambat pemahaman yang lebih baik tentang bencana dan bagaimana kita akan mengatasinya. Hewit merasa, bahwa untuk penelitian hazard, kita harus terbuka pada semua data yang ada dan berpikir bahwa mungkin saja kita bisa menemukan konsep yang lebih baik tentang hazard. Bahkan penelitian tentang bencana selalu mungkin untuk mematahkan konsep yang lebih dulu ada.
- Dalam penelitian tentang hazard, kita harus punya pikiran awal, sejauh mana pandangan yang mendominasi (dominant view) mempengaruhi pikiran dan penelitian kita. Dominant view, bisa dari orang-orang yang terkait dengan penelitian kita (pembimbing atau tuntutan project juga kali yee…), literatur yang kita baca, istilah-istilah yang sudah sering digunakan, cara pandang perusahaan terhadap hazard, dll. Bahkan untuk membuat inovasi baru pun, banyak penelitian-penelitian ternama dari ahli geografi dan ahli sosial yang masih sangat tergantung pada dominant view.
- Dominant view ini kadang dipakai karena orang-orang sudah sering memakainya berkali-kali dan karena view ini di dukung oleh ahli-ahli ternama, melebihi dari kerangka logis dari view itu sendiri. Istilahnya : konstruksi sosial ilmu pengetahuan (social contruction of knowledge), paradigma, dan konsensus akademik (academic concensus).(catatan ida: Jadi semacam priyayi di dalam lingkungan ilmiah yang diikuti kata-katanya. Orang-orang hanya ikut-ikut aja tanpa lagi berpikir kritis, karena percaya-percaya saja, soalnya yang ngomong ahlinya, dan sudah terkenal. Pak Hewitt maunya kita agak memberontak sedikit, alias harus selalu berpikir anti kemapanan terhadap konsep riset bencana yang sudah ada).
- Hewitt sendiri merasa kesulitan untuk mencapai sesuatu yang baru karena pengaruh dominant view yang semakin resisten. Tetapi dia kemudian selalu berpikir dari detil empiris dan metodologi, dan selalu mempertanyakan pada dirinya sendiri, apa yang membuatnya berpikir demikian secara psikososial, mempertanyakan juga asumsi dan aplikasinya.
- Hewitt akan me-review penelitian bencana sebelumnya dari segi cara berargumentasi, penggunaan informasi dan asumsi manajerial yang selama ini tidak hanya memisahkan penelitian bencana dari penelitian-penelitian lainnya, tetapi juga menutup pintu untuk berbagai kemungkinan viewpoints dan perhatian tentang bencana.
Ini adalah terjemahan bebas yang dilakukan oleh Ida Ansharyani (Ph.D Student Universite Paris 1 Pantheon-Sorbonne, France) sebagai bahan belajar untuk disertasi CBDRR Gunung Kelud. Untuk mengurangi kesalahan pemahaman, silakan mengontak idaansharyani@gmail.com untuk mendapatkan versi asli dari buku ini. Diterjemahkan (dibaca) di Paris 27-30 Oktober 2008.
Websites like yours are an excellent source of information for new and experienced users alike.
your space is amazing!
I wish one day I can own such a popular blog as yours.