Monday, November 10, 2008

Interpretasi Bencana oleh Ken Hewitt (VIII)

INTERPRETASI BENCANA DARI PERSPEKTIF EKOLOGI MANUSIA (VIII)(Interpretation of Calamities from the Viewpoints of Human Ecology)

Ken Hewitt, 1983

Ketidakpastian dan Prediksi (Uncertainty and prediction)

- Hewitt menganggap bahwa garis persentuhan (interface) antara science dan masyarakat membuat kita harus menanyakan pertanyaan-pertanyaan penting dan jawaban-jawaban seperti apa yang akan membuat kita puas. Terkadang pertanyaan-pertanyaan itu jauh dari science dan teknologi sehari-hari.

- Konsep scientific yang sangat mendukung dominant view adalah konsep uncertainty dan ide-ide yang terkait dengannya. Ini berakar pada konsep accident. Konsep uncertainty ini juga melandasi transformasi ilmu sosial, ilmu lingkungan, dan juga pada hampir seluruh penerapan science pada decade akhir-akhir ini (tahun1983), melalui penggunaan statistik. Secara universal, literature tentang bencana menyatakan bahwa permasalahan paling mendasar dari bencana dan alasan paling benar mengapa hazard dapat terjadi adalah karena orang-orang hanya sedikit tahu bahkan tidak tahu bencana itu akan terjadi kapan, dimana, dan akan menimpa siapa. Dan secara intrinsik, konsep uncertainty ini membatasi kita pada apa yang bisa dan tidak bisa kita kembangkan dalam memandang masalah hazard. Dan konsep uncertainty ini memberikan kredibilitas ilmiah untuk memperlakukan hazard sebagai accident.

- Tidak mengerti paragrap 3 (desolee…hehehe)

- Hewitt merasa statistik terlalu mendominasi dalam penelitian tentang hazard. Statistik terlalu diberi porsi yang berlebihan. Konsep statistik sangat sesuai dengan konsep accident, karena dari hasil statistiknya mereka pun akhirnya mengeluarkan hasil-hasil, “probabilitas x, y, z dari hasil analisis statistik.” (note ida: padahal sebenarnya pada analisis statistik pun semua tergantung pada data yang baik dan konsep dari dihasilkan data itu). Banyak kegiatan-kegiatan terkait hazard tidak praktis, dan mereka mengukur kisaran besar bencana alam secara terpisah-pisah. Mereka kemudian menganalisnya menggunakan model kemungkinan (probability) seperti yang digunakan pada riset-riset accident. Hasilnya memperlihatkan pada mereka bahwa bencana adalah sesuatu yang acak (random) atau hampir random, dengan interval yang random pula. Karena itu jelas, bahwa definisi hazard yang probabilistic tidak terhindarkan. Jika umat manusia tidak dipersiapkan atau persiapannya buruk untuk menghadapi bencana hanya karena bencana uncertain dan jarang, lalu predictability harus lah menjadi inti dari manajemen. Solusi rasionalnya adalah hanya dengan memperbaiki pengetahuan tentang kapan bencana terjadi dan mengurangi tingkat uncertainty-nya.

- Penggunaan statistik untuk mengungkapkan fenomena hazard tidak diragukan lagi. Tetapi bahwa hazard kemudian dikurangi hanya semata-mata pada kenyataan statistik dianggap Hewitt sebagai upaya menyelamatkan muka dan akan membawa penelitian hazards ke formula yang salah. Hewitt merasa keberatan dengan cara sumber-sumber uncertainty digambarkan oleh statistik, kemudian dibuat menjadi prediksi. Lalu membuat semua perkiraan bencana dari semua material life melalui alat ini. (note ida: Intinya bagi Hewit, adalah bahwa di balik statistik ada fakta-fakta penting yang kemudian direduksi ketika menggunakan statistik).

Ini adalah terjemahan bebas yang dilakukan oleh Ida Ansharyani (Ph.D Student Universite Paris 1 Pantheon-Sorbonne, France) sebagai bahan belajar untuk disertasi CBDRR Gunung Kelud. Untuk mengurangi kesalahan pemahaman, silakan mengontak idaansharyani@gmail.com untuk mendapatkan versi asli dari buku ini. Diterjemahkan (dibaca) di Paris 27-30 Oktober 2008.

Posted by ET at 19:47:33
Comments

2 Responses to “Interpretasi Bencana oleh Ken Hewitt (VIII)”

  1. great capture,beautiful composition with rich colours.

  2. fjguikjn says:

    You write very true and vivid!

Leave a Reply